|
| Instalasi DNS |
| Thursday, September 28, 2006 |
Instalsi DNS Apa dan bagaimana cara kerja suatu DNS tidak akan saya bahas, disini saya akan jelaskan bagaimana membuat suatu server DNS menggunakan aplikasi BIND pada mesin FreeBSD.
Instalasi yang di lakukan disini menggunakan instalasi Otomatis menggunakan PORTS pada freebsd, syarat utamanya ketika kita menginstall harus terhubung ke internet.
1. Proses Instalasi
* Masuk ke direktori instalasi
#cd /usr/ports/dns/bind9
* Installkan BIND
#make install
tunggu proses berlangsung. Jika tidak terdapat error maka proses instalasi akan selesai dan siap di konfigurasikan.
2. Proses Konfigurasi BIND
Setelah proses instalasi selesai langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasikan DNS.
* Konfigurasikan named.conf
File inti dari konfigurasi BIND adalah di named.conf, editlah file tersebut
#cd /etc/namedb
#ee named.conf
Rubahlah baris-baris di bawah ini :
forward only, menjadi forward first
forwarders {..........}, isilah dengan ip DNS dari ISP
hapuslah semua konfigurasi yang menggunakan IPv6
* Download File named.root dari Internic
Sebelum mendownload, ganti nama named.root yang asli menjadi nama lain
#mv named.root named.root.asli
Download file terbaru
#wget ftp://internic.net/domain/named.root
* Buatlah file untuk zona localhost
#sh make-localhost
* Edit file zona localhost
#cd master
#ee localhost.rev
sehingga isinya kurang lebih seperti di bawah ini
$TTL 3600
@IN SOA localhost. root.localhost. (
20060807 ; serial ( tanggal )
3600 ; refresh
900 ; retry
36000000 ; expire
3600 ;minimun
IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.
Simpan file tersebut.
* Buat Zona Localhost
Untuk membuat zona localhost, kita kopikan saja file localhost.rev menjadi db.localhost, kemudian rubah seperti dibawah ini :
#cp localhost.rev db.localhost
#ee db.localhost
dan rubah menjadi seperti berikut :
$TTL 3600
@IN SOA localhost. root.localhost. (
20060807 ; serial ( tanggal )
3600 ; refresh
900 ; retry
36000000 ; expire
3600 ;minimun
IN NS localhost.
IN A 127.0.0.1
Simpan file tersebut dan ikuti langkah selanjutnya.
* Masukan zona localhost di file named.conf
#cd /etc/namedb
#ee named.conf
tambahkan baris dibawah ini :
zone "localhost" IN {
type master;
file "master/db.localhost";
};
* Buat file rndc.conf
Langkah selanjutnya membuat file rndc.conf, dengan memberikan perintah rndc-confgen, hasil dari perintah ini akan berbeda dengan yang anda lakukan.
#rndc-confgen
dan menghasilkan seperti di bawah ini :
# start of rndc.conf
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;
};
options {
default-key “rndc-key”;
default-server 127.0.0.1;
default-port 953;
};
# end of rndc.conf
# key “rndc-key” {
# algorithm hmac-md5;
# secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;
# };
#
# controls {
# inet 127.0.0.1 port 953
# allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
# };
Sesudah muncul seperti di atas, buatlah sebuah file dengan nama rndc.conf
#ee rndc.conf
kemudian masukan hasil dari conf-gen diatas dimulai dari
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;
};
options {
default-key “rndc-key”;
default-server 127.0.0.1;
default-port 953;
};
Setelah itu edit file named.conf
#ee named.conf
dan masukan
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;
};
controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; }; };
* Setelah selesai simpanlah file tersebut dan jalankan BIND
#/usr/local/bin/named
* Test apakah sudah jalan dengan baik
Sebelum melakukan test, rubah lah terlebih dahulu IP dns pada mesin kita
#ee /etc/resolv.conf
kemudian masukan
nameserver 127.0.0.1
Test 1 :
#host localhost localhost has address 127.0.0.1
#host 127.0.0.1 1.0.0.127.in-addr.arpa domain name pointer localhost
Jika muncul seperti di atas, maka DNS server telah berhasil jalan dengan baik.
2. Pembuatan Zone Domain
Misalkan kita telah memiliki sebuah domain dengan nama bohongan.net, dengan pendelegasian DNS ada pada kita, maka langkah selanjutnya adalah :
Edit file named.conf dan tambahkan zona untuk domain tersebut
#ee named.conf
tambahkan seperti berikut :
zone "bohongan.net" { type master; file "master/db.bohongan"; };
Buat file db.bohongan di direktori master
#ee master/db.bohongan
dengan isi seperti berikut
$TTL 3600
@ IN SOA ns1.bohongan.net. admin.bohongan.net.( 20060205 ; Serial 3600 ; Refresh 900 ; Retry 3600000 ; Expire 3600 ) ; Minimum IN NS ns1.bohongan.net. IN NS ns2.bohongan.net. IN MX 10 mail.bohongan.net. IN A 200.200.200.200 ===> isikan dengan ip yang anda miliki ns1 IN A 200.200.200.200
ns2 IN A 200.200.200.200
www IN A 200.200.200.200
Simpan dan restart ulang DNS kit
#rndc reload
Test Domain
router# dig -t ns bohongan.net
; <<>> DiG 9.3.0 <<>> -t ns bohongan.net ;; global options: printcmd ;; Got answer: ;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 38978 ;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 2, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0 ;; QUESTION SECTION: ;bohongan.net. IN NS ;; ANSWER SECTION: bohongan.net. 3269 IN NS ns2.bohongan.net. bohongan.net. 3269 IN NS ns1.bohongan.net. ;; Query time: 16 msec ;; SERVER: 202.134.0.155#53(202.134.0.155) ;; WHEN: Fri Aug 11 21:22:23 2006 ;; MSG SIZE rcvd: 79 Jika muncul seperti di atas maka Domain yang kita seting sudah jalan dan dapat dikenali di internet. .::Powered By::. ived.web.id |
posted by Dputra @ 7:28 PM  |
|
|
|
| freeBSD News |
| Tuesday, September 26, 2006 |
Free BSD Kendati jadwal penerbitan sedikit meleset, FreeBSD versi 6.1 akhirnya diluncurkan sebagai versi penyempurnaan dari generasi cabang 6. Fitur spektakular tidak diharapkan dari kehadiran versi 6.1 ini, melainkan peningkatan dalam hal stabilitas, kinerja dan kwalitas.
FreeBSD mulanya dikembangkan sebagai turunan dari sistem operasi Unix dan saat ini termasuk salah satu pionir distribusi devirat Unix yang telah mampan. Dikembangan oleh komunitas yang jumlahnya cukup besar dan didanai baik oleh dermawan pribadi maupun korporat.
Pengguna FreeBSD pada prinsipnya dapat mengharapkan sebuah sebuah sistem operasi moderen, berbasis Unix yang lengkap menyertakan aneka perkakas terutama untuk layanan jaringan. FreeBSD mendukung dan telah diujicoba paling tidak berhasil dijalankan pada sistem yang memasang sampai dengan 12 CPU disamping ia mendukung SMP untuk Hyper-Threading dan multiple cores.
Kecuali program-program yang disertakan bersama sistem dasar, FreeBSD menyediakan perangkat lunak extra dengan paket binari pre-compiled berikut sistem Ports yang serupa dengan framework otomatis yang dikenal pengguna Linux pada sistem Portage di Gentoo Linux.
Menggunakan fasilitas Ports dimungkinkan untuk men-download, mengkompail, dan menginstalasi lebih dari 13.000 program-program yang saat ini telah tersedia. Dengan demikian, nyaris tidak ada software bebas yang luput menjadi bagian dari gudang software FreeBSD.
Disamping itu tersedia lapisan kompatibitas dengan Linux yang cukup efisien, sehingga perbedaan kinerja yang dihasilkannya nyaris tidak berbeda dengan aslinya yaitu bila dijalankan di Linux. Powered By Gudang Linux.net |
posted by Dputra @ 11:08 PM  |
|
|
|
| Jaringan Tanpa Harddisk ????? |
|
Tip dan Trik: Jaringan Tanpa Harddisk
Pengertian jaringan diskless, menurut penulisnya, adalah mengacu pada jaringan yang hanya terdapat satu media penyimpanan harddisk, yaitu komputer server, sedangkan komputer client tidak disediakan. Namun, komputer client dapat menjalankan sistem layaknya mempunyai harddisk. Dengan demikian, proses yang berjalan di server juga akan berjalan di client. Misalnya, server dapat koneksi ke internet, maka client juga dapat koneksi ke internet.
Buku ini berisi panduan praktis dalam membangun jaringan diskless menggunakan GNU/Linux, yaitu GNU/Linux Mandrake, GNU/Linux RedHat dan GNU/Linux SuSE dengan memanfaatkan komputer lama. Buku ini ditujukan untuk para pemula yang ingin membangun jaringan diskless tersebut. Namun, buku ini dapat juga dipakai untuk pengguna yang telah mahir sebagai bahan referensi. Selain itu, Anda dapat mengacu pada buku diskless dengan judul "Membangun Jaringan Diskless Berbasis Linux' yang menjelaskan proses konfigurasi file diskless sendiri.
Pembahasan buku ini meliputi konsep diskless, instalasi GNU/Linux memahami struktur file GNU/Linux, perintah dasar GNU/Linux, instalasi kartu jaringan, instalasi file diskless versi terbaru pada saat buku ini disusun (LTSP 3.x) instalasi file diskless versi lama (LTSP 2.x), setting server diskless, menggunakan DHCP, setting server diskless menggunakan BOOTP , masalah kernel diskless, setting client diskless, setting printer, membuat disk booting, troubleshooting, tip dan trik yaitu harddisk multidistro, akses disket client diskless, tangkap gambar dan proteksi LILO.
powered by gudang linux.net
dputra |
posted by Dputra @ 11:04 PM  |
|
|
|
|
|
| About Me |
Name :Dputra Iskandar locate :Tasikmalaya Hobi's :Playing FootBall & Listening to Muziex and More
pesan :Sayangilah Kedua Orang Tua mu & Jangan Menjadi Manusia Tidak Tau Berterima Kasih
|
| Previous Post |
- Ulead ...????
- Peace, Love 'n Respect By sheom
- Uji kom Ghitu lho,,,,,,,,,,,
- Instalasi Joomla
- DNS
- instalasi moodle (e-learning)
- lupa Passwd administrator + account ???
- Instalasi DNS
- freeBSD News
- Jaringan Tanpa Harddisk ?????
|
| Archives |
|
|
| Links Temen Gue |
|
| Powered by |
 |
|