..::All Tutorial::..

~o0o~.........Semuanya Ada Disini.........~o0o~

 
Cari Artikel
Pesan Penulis
selamat Datang DiBlog Me.Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Kita Semua,Khususnya Untuk Mengenal Lebih Jauh Dunia IT...Maju Terus Teknologi Dan Informasi Indonesia.....Bravo
Teacher
  • Cyber
  • Pak Elan
  • Mr.Devi
  • Cachak
  • Kang Opick
  • Pak Yusa
  • Forum ICT
  • Sport News
  • liputan Bola
  • Gila Bola
  • UEFA
  • Biang Bola
  • IT News
  • Chip Online
  • PCMedia
  • PCPlus
  • InfoKomputer
  • ManiakPC
  • More Tutorial
  • linux blog
  • Wikipedia
  • IlmuKomputer
  • Gudang Linux
  • Benpinter
  • Diskusi Web
  • Artikel Linux
  • Belajar PhP
  • Kumpulan Artikel
  • Linux Tutorial
  • Lain-Lain
  • Bhineka
  • Download Software
  • Download
  • Blogger
  • softpedia
  • Instalasi DNS
    Thursday, September 28, 2006
    Instalsi DNS
    Apa dan bagaimana cara kerja suatu DNS tidak akan saya bahas, disini saya akan jelaskan bagaimana membuat suatu server DNS menggunakan aplikasi BIND pada mesin FreeBSD.

    Instalasi yang di lakukan disini menggunakan instalasi Otomatis menggunakan PORTS pada freebsd, syarat utamanya ketika kita menginstall harus terhubung ke internet.

    1. Proses Instalasi

    * Masuk ke direktori instalasi

    #cd /usr/ports/dns/bind9

    * Installkan BIND

    #make install

    tunggu proses berlangsung. Jika tidak terdapat error maka proses instalasi akan selesai dan siap di konfigurasikan.

    2. Proses Konfigurasi BIND

    Setelah proses instalasi selesai langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasikan DNS.

    * Konfigurasikan named.conf

    File inti dari konfigurasi BIND adalah di named.conf, editlah file tersebut

    #cd /etc/namedb

    #ee named.conf

    Rubahlah baris-baris di bawah ini :

    forward only, menjadi forward first

    forwarders {..........}, isilah dengan ip DNS dari ISP

    hapuslah semua konfigurasi yang menggunakan IPv6

    * Download File named.root dari Internic

    Sebelum mendownload, ganti nama named.root yang asli menjadi nama lain

    #mv named.root named.root.asli

    Download file terbaru

    #wget ftp://internic.net/domain/named.root

    * Buatlah file untuk zona localhost

    #sh make-localhost

    * Edit file zona localhost

    #cd master

    #ee localhost.rev

    sehingga isinya kurang lebih seperti di bawah ini

    $TTL 3600

    @IN SOA localhost. root.localhost. (

    20060807 ; serial ( tanggal )

    3600 ; refresh

    900 ; retry

    36000000 ; expire

    3600 ;minimun

    IN NS localhost.

    1 IN PTR localhost.

    Simpan file tersebut.

    * Buat Zona Localhost

    Untuk membuat zona localhost, kita kopikan saja file localhost.rev menjadi db.localhost, kemudian rubah seperti dibawah ini :

    #cp localhost.rev db.localhost

    #ee db.localhost

    dan rubah menjadi seperti berikut :



    $TTL 3600

    @IN SOA localhost. root.localhost. (

    20060807 ; serial ( tanggal )

    3600 ; refresh

    900 ; retry

    36000000 ; expire

    3600 ;minimun

    IN NS localhost.

    IN A 127.0.0.1

    Simpan file tersebut dan ikuti langkah selanjutnya.

    * Masukan zona localhost di file named.conf

    #cd /etc/namedb

    #ee named.conf

    tambahkan baris dibawah ini :

    zone "localhost" IN {

    type master;

    file "master/db.localhost";

    };

    * Buat file rndc.conf

    Langkah selanjutnya membuat file rndc.conf, dengan memberikan perintah rndc-confgen, hasil dari perintah ini akan berbeda dengan yang anda lakukan.

    #rndc-confgen

    dan menghasilkan seperti di bawah ini :



    # start of rndc.conf

    key “rndc-key” {

    algorithm hmac-md5;

    secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;

    };

    options {

    default-key “rndc-key”;

    default-server 127.0.0.1;

    default-port 953;

    };

    # end of rndc.conf


    # key “rndc-key” {

    # algorithm hmac-md5;

    # secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;

    # };

    #

    # controls {

    # inet 127.0.0.1 port 953

    # allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };

    # };


    Sesudah muncul seperti di atas, buatlah sebuah file dengan nama rndc.conf

    #ee rndc.conf

    kemudian masukan hasil dari conf-gen diatas dimulai dari

    key “rndc-key” {

    algorithm hmac-md5;

    secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;

    };

    options {

    default-key “rndc-key”;

    default-server 127.0.0.1;

    default-port 953;

    };



    Setelah itu edit file named.conf

    #ee named.conf

    dan masukan

    key “rndc-key” {

    algorithm hmac-md5;

    secret “68p7glMULOP2NWn9oBOPSg= =”;

    };

    controls {

    inet 127.0.0.1 port 953

    allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
    };

    * Setelah selesai simpanlah file tersebut dan jalankan BIND

    #/usr/local/bin/named

    * Test apakah sudah jalan dengan baik

    Sebelum melakukan test, rubah lah terlebih dahulu IP dns pada mesin kita

    #ee /etc/resolv.conf

    kemudian masukan

    nameserver 127.0.0.1

    Test 1 :

    #host localhost
    localhost has address 127.0.0.1

    #host 127.0.0.1
    1.0.0.127.in-addr.arpa domain name pointer localhost

    Jika muncul seperti di atas, maka DNS server telah berhasil jalan dengan baik.



    2. Pembuatan Zone Domain

    Misalkan kita telah memiliki sebuah domain dengan nama bohongan.net, dengan pendelegasian DNS ada pada kita, maka langkah selanjutnya adalah :

    Edit file named.conf dan tambahkan zona untuk domain tersebut

    #ee named.conf

    tambahkan seperti berikut :

    zone "bohongan.net" {
    type master;
    file "master/db.bohongan";
    };

    Buat file db.bohongan di direktori master

    #ee master/db.bohongan

    dengan isi seperti berikut

    $TTL 3600

    @ IN SOA ns1.bohongan.net. admin.bohongan.net.(
    20060205 ; Serial
    3600 ; Refresh
    900 ; Retry
    3600000 ; Expire
    3600 ) ; Minimum
    IN NS ns1.bohongan.net.
    IN NS ns2.bohongan.net.
    IN MX 10 mail.bohongan.net.
    IN A 200.200.200.200 ===> isikan dengan ip yang anda miliki
    ns1 IN A 200.200.200.200

    ns2 IN A 200.200.200.200

    www IN A 200.200.200.200

    Simpan dan restart ulang DNS kit

    #rndc reload

    Test Domain

    router# dig -t ns bohongan.net

    ; <<>> DiG 9.3.0 <<>> -t ns bohongan.net
    ;; global options: printcmd
    ;; Got answer:
    ;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 38978 ;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 2, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0 ;; QUESTION SECTION: ;bohongan.net. IN NS ;; ANSWER SECTION: bohongan.net. 3269 IN NS ns2.bohongan.net. bohongan.net. 3269 IN NS ns1.bohongan.net. ;; Query time: 16 msec ;; SERVER: 202.134.0.155#53(202.134.0.155) ;; WHEN: Fri Aug 11 21:22:23 2006 ;; MSG SIZE rcvd: 79 Jika muncul seperti di atas maka Domain yang kita seting sudah jalan dan dapat dikenali di internet. .::Powered By::. ived.web.id
    posted by Dputra @ 7:28 PM   0 comments
    freeBSD News
    Tuesday, September 26, 2006
    Free BSD
    Kendati jadwal penerbitan sedikit meleset, FreeBSD versi 6.1 akhirnya diluncurkan sebagai versi penyempurnaan dari generasi cabang 6. Fitur spektakular tidak diharapkan dari kehadiran versi 6.1 ini, melainkan peningkatan dalam hal stabilitas, kinerja dan kwalitas.

    FreeBSD mulanya dikembangkan sebagai turunan dari sistem operasi Unix dan saat ini termasuk salah satu pionir distribusi devirat Unix yang telah mampan. Dikembangan oleh komunitas yang jumlahnya cukup besar dan didanai baik oleh dermawan pribadi maupun korporat.

    Pengguna FreeBSD pada prinsipnya dapat mengharapkan sebuah sebuah sistem operasi moderen, berbasis Unix yang lengkap menyertakan aneka perkakas terutama untuk layanan jaringan. FreeBSD mendukung dan telah diujicoba paling tidak berhasil dijalankan pada sistem yang memasang sampai dengan 12 CPU disamping ia mendukung SMP untuk Hyper-Threading dan multiple cores.

    Kecuali program-program yang disertakan bersama sistem dasar, FreeBSD menyediakan perangkat lunak extra dengan paket binari pre-compiled berikut sistem Ports yang serupa dengan framework otomatis yang dikenal pengguna Linux pada sistem Portage di Gentoo Linux.

    Menggunakan fasilitas Ports dimungkinkan untuk men-download, mengkompail, dan menginstalasi lebih dari 13.000 program-program yang saat ini telah tersedia. Dengan demikian, nyaris tidak ada software bebas yang luput menjadi bagian dari gudang software FreeBSD.

    Disamping itu tersedia lapisan kompatibitas dengan Linux yang cukup efisien, sehingga perbedaan kinerja yang dihasilkannya nyaris tidak berbeda dengan aslinya yaitu bila dijalankan di Linux.
    Powered By
    Gudang Linux.net
    posted by Dputra @ 11:08 PM   0 comments
    Jaringan Tanpa Harddisk ?????
    Tip dan Trik: Jaringan Tanpa Harddisk

    Pengertian jaringan diskless, menurut penulisnya, adalah mengacu pada jaringan yang hanya terdapat satu media penyimpanan harddisk, yaitu komputer server, sedangkan komputer client tidak disediakan. Namun, komputer client dapat menjalankan sistem layaknya mempunyai harddisk. Dengan demikian, proses yang berjalan di server juga akan berjalan di client. Misalnya, server dapat koneksi ke internet, maka client juga dapat koneksi ke internet.

    Buku ini berisi panduan praktis dalam membangun jaringan diskless menggunakan GNU/Linux, yaitu GNU/Linux Mandrake, GNU/Linux RedHat dan GNU/Linux SuSE dengan memanfaatkan komputer lama. Buku ini ditujukan untuk para pemula yang ingin membangun jaringan diskless tersebut. Namun, buku ini dapat juga dipakai untuk pengguna yang telah mahir sebagai bahan referensi. Selain itu, Anda dapat mengacu pada buku diskless dengan judul "Membangun Jaringan Diskless Berbasis Linux' yang menjelaskan proses konfigurasi file diskless sendiri.

    Pembahasan buku ini meliputi konsep diskless, instalasi GNU/Linux memahami struktur file GNU/Linux, perintah dasar GNU/Linux, instalasi kartu jaringan, instalasi file diskless versi terbaru pada saat buku ini disusun (LTSP 3.x) instalasi file diskless versi lama (LTSP 2.x), setting server diskless, menggunakan DHCP, setting server diskless menggunakan BOOTP , masalah kernel diskless, setting client diskless, setting printer, membuat disk booting, troubleshooting, tip dan trik yaitu harddisk multidistro, akses disket client diskless, tangkap gambar dan proteksi LILO.

    powered by gudang linux.net

    dputra
    posted by Dputra @ 11:04 PM   0 comments

    ..::Kerja Keras & Berdoa::.. menuju hidup lebih baik

    About Me
    Name :Dputra Iskandar locate :Tasikmalaya Hobi's :Playing FootBall & Listening to Muziex and More pesan :Sayangilah Kedua Orang Tua mu & Jangan Menjadi Manusia Tidak Tau Berterima Kasih
    Previous Post
    Archives
    Links Temen Gue
    Powered by

    Free Blogger Templates

    BLOGGER

    © 2006 ..::All Tutorial::.. .Template by Isnaini Dot Com